Sabtu, 24 November 2012

Definisi Kecerdasan Emosional



Setiap manusia memiliki kecerdasan. Kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Ada banyak jenis kecerdasan menurut para ahli. Namun pada umumnya, kecerdasan yang kita kenal dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Kecerdasan Sosial, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual. Pada blog ini kita hanya akan membahas mengenai Kecerdasan Emosional khususnya terkait dengan Dunia Keperawatan. Sebelum menguak materi itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu “Apa sih Kecerdasan Emosional itu?”. Let see! :)
Kecerdasan Emosional terdiri dari dua kata, yaitu kecerdasan dan emosi. Kecerdasan adalah suatu kemampuan umum dari seseorang dalam hal bagaimana dia memecahkan masalah hidupnya sehari-hari. Kecerdasan juga erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Sedangkan emosi berasal dari bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dan dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Secara umum emosi adalah perasaan intens yang dikeluarkan/ditujukan kepada seseorang sebagai reaksi dari suatu kejadian, baik senang, marah, ataupun takut. Jadi, kecerdasan emosional atau yang biasa dikenal dengan EQ (Emotional Quotient) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai Kecerdasan Emosional, mari kita lihat pandangan para ahli berikut ini.
Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni :
  • mampu menyadari emosi diri sendiri
  • mampu mengelola emosi diri sendiri
  • memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain
  • mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional
  • dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri



Menurut Goleman (1997)
“Koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu yang lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. Lebih lanjut Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati”

Menurut Cooper dan Sawaf (1998)
“Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Kecerdasan emosi menuntut penilikan perasaan, untuk belajar mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam kehidupan sehari-hari”.

Menurut Howes dan Herald (1999)
“Pada intinya, kecerdasaan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa emosi manusia berada diwilayah dari perasaan lubuk hati, naluri yang tersembunyi, dan sensasi emosi yang apabila diakui dan dihormati, kecerdasaan emosional menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan orang lain”.

Menurut Harmoko (2005)
“Kecerdasan emosi dapat diartikan kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain. Jelas bila seorang indiovidu mempunyai kecerdasan emosi tinggi, dapat hidup lebih bahagia dan sukses karena percaya diri serta mampu menguasai emosi atau mempunyai kesehatan mental yang baik”.

Menurut Dio (2003)
“Dalam konteks pekerjaan, pengertian kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengetahui yang orang lain rasakan, termasuk cara tepat untuk menangani masalah. Orang lain yang dimaksudkan disini bisa meliputi atasan, rekan sejawat, bawahan atau juga pelanggan. Realitas menunjukkan seringkali individu tidak mampu menangani masalah–masalah emosional di tempat kerja secara memuaskan. Bukan saja tidak mampu memahami perasaan diri sendiri, melainkan juga perasaan orang lain yang berinteraksi dengan kita. Akibatnya sering terjadi kesalahpahaman dan konflik antar pribadi”.

Nah, banyak bukan pandangan para ahli mengenai Kecerdasan Emosional? Namun, pada intinya semua hampir sama, yaitu mengenai kemampuan kita mengatur atau mengontrol emosi. Semoga dari berbagai pemahaman tersebut membuat kita semakin paham mengenai “Apa itu Kecerdasan Emosional”. Karena semakin banyak referensi yang kita baca, semakin besar juga pemahaman kita tentang hal itu.
Thanks for reading :)


sumber : 

1 komentar:

haryadi.182 mengatakan...

kita juga punya nih artikel mengenai 'Kecerdasan Emosi', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1572/1/Artikel_10504181.pdf
terimakasih

Poskan Komentar